Month: September 2019

Duka Kebakaran Hutan Sumatera Dan Kalimantan

Duka Kebakaran Hutan Sumatera Dan Kalimantan

Duka Kebakaran Hutan Sumatera Dan Kalimantan

Indonesia adalah salah satu Negara yang memiliki jumlah lahan hijau yang terbilang cukup besar. Wilayah bagian Negara Indonesia yang dikenal dengan kawasan hijau nya adalah pulau Kalimantan dan juga sumatera.

Kedua pulau tersebut memiliki hutan yang masih asri hingga berates ratus hektar luas nya. Dengan kondisi hutan yang asri, banyak beraneka ragam hewan dan tumbuhan hayati yang melengkapi isinya.

Namun saying sekali, beberapa bulan terakhir Indonesia terutama pulau sumatera dan Kalimantan lagi lagi berduka karena mengalami kebakaran hutan yang cukup serius hingga menimbulkan banyak dampak negative.

Kebakaran hutan dapat terjadi selain karena factor musim panas yang berkepanjangan, namun juga bisa di sebabkan oleh faktor manusia yang tidak bertanggung jawab dengan sengaja membakar hutan untuk lahan perkebunan

Dampak Kebakaran Dan Kabut Asap

Kebakaran hutan yang terjadi di kawasan hutan dan lahan di Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan tentu memberikan dampak yang sangat luas bagi masyarakat dan beberapa pihak. Selain dampak langsung karena hilangnya lahan hijau yang berperan penting dalam menjaga lingkungan, kabut asap yang timbul juga turut menambah dampak negative dari bencana tersebut.

  1. Kabut asap ganggu aktivitas warga

Dampak yang dapat di lihat dan di rasakan langsung begitu terjadi kebakaran hutan dan lahan di sumatera dan Kalimantan adalah keadaan pemukiman warga yang di selimuti kabut asap. Bukan sekedar kabut putih yang biasa menyelimuti di pagi hari, kabut asap ini terus terusan menyelimuti kota dan mengganggu aktivitas warga.

Warga terpaksa harus mengenakan masker saat keluar rumah. Bahkan di dalam rumah pun terasa tidak nyaman karena kabut asap tersebut.

Aktivitas yang biasa di lakukan sehari hari seperti sekolah dan bekerja jadi terganggu. Banyak siswa tida sekolah karena tidak bisa konsentrasi belajar dengan kabut asap yang mengganggu saluran nafas dan pandangan itu.

Warga yang ingin menghirup udara segar dengan berolahraga atau jalan jalan di taman pun juga terpaksa harus menunda keinginannya hingga kondisi kembali normal.

Polisi Menetapkan Tersangka Korban Kecelakaan Maut Tol Cipularang

Polisi Menetapkan Tersangka Kecelakaan Tol Cipularang

Jakarta– Sebelumnya masyarakatkan di kejutkan dengan berita kecelakaan beruntun yang terjadi di tol cipularang pada senin (2/9) kemarin. Bagaimana tidak? Kecelakaan maut ini menyebabkan  8 orang meninggal dunia serta 28 orang luka luka dan butuh perawatan khusus di rumah sakit.

Setelah kecelakaan yang melibatkan 21 kendaraan dari berbagai jenis ini terjadi, salah satu korban yang masih di rawat di rumah sakit dan juga merupakan salah satu korban yang terlibat dalam kecelakaan sebelumnya memberikan kesaksian kepada media bahwa dia merupakan teman dari sopir truk yang pertama kali terguling.

Subhanamenceritakan bahwa sebelumnya dia di telepon oleh temannya yang menyampaikan bahwa kendaraan truk yang di kendarai mengalami rem blong. Truk yang di kendarai oleh temannya memang melaju kencang dan tidak bisa dikendalikan.

Karena panic akhirnya, subhana pun langsung mempercepat laju kendaraan nya dan berusaha menolong temannya menghentikan laju kendaraan yang saat itu melaju kencang di sisi kanan jalan tol karena jika melaju di sisi kiri aka nada banyak kendaraan kecil seperti mobil pikirnya.

Namun sayangnya sebelum bisa menyelamatkan temannya, truk yang di kendarai temannya pun terguling dan membuat subhana kaget sehingga langsung membanting stirk ke kiri jalan. Akibat tindakan tersebut, kendaraan yang melaju dari sisi kiri pun tidak bisa mengendalikan kendaraan sehingga terjadi lah tabrakan beruntun yang melibatkan 21 jenis kendaraan dari berbagai macam jenis.

Subhana menceritakan kronologi kecelakaan yang di alami melalui wawancara yang disiarkan CNN Indonesia TV pada selasa (3/9) sehari setelah terjadi kecelakaan.

Polisi Menetapkan Tersangka Kecelakaan Tol Cipularang

Polres Purwakarta, Jawa Barat pada akhirnya menetapkan dua orang tersangka yakni pengemudi dump truck dalam kasus kecelakaan di Tol Cipularang yang mengakibatkan delapan orang meninggal dunia. Dua pengemudi  truk tersebut adalah DH dan juga S.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan bahwa  saat ini salah satu tersangka DH telah dinyatakan meninggal dunia akibat kecelakaan maut tol cipularang. Oleh karena itu hanya tinggal satu tersangka yang akan menjalani proses penyidikan lebih di Polres Purwakarta yaitu Tersangka S.