Month: November 2019

Tanggapan Santai Anies Baswedan Soal Lem Aibon

Tanggapan Santai Anies Baswedan Soal Lem Aibon

Kritik terus-terusan banjir di lontarkan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pasca beredar nya anggaran viral soal Lem Aibon sebesar Rp 82 Miliar.

Selepas foto tersebut viral, nama Anies Baswedan langsung di kait-kaitkan dengan persoalan yang di nilai mencurigakan dan menimbulkan banyak pertanyaan dari banyak netizen.

Kritik tersebut banyak datang mulai dari anggota DPR, masyarakat, hingga politisi politisi dan anggota partai.

Kritikan paling senter di lontarkan oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kepada Anies.

Akan tetapi mantan menteri pendidikan dan budaya ini justru memberikan respon yang terbilang santai. Dirinya bahkan membiarkan public secara bebas memberikan penilaian kepada dirinya.

“Memang parpol, anggota DPR punya hak untuk bicara dan public bisa menilai. Apakah dia bicara menyelesaikan masalah, memperumit masalah atau hanya aktualisasi diri “ ujar Anies

Dirinya lebih memilih untuk menghargai tiap komentar yang di tujukan kepada dirinya serta merasa tidak perlu khawatir akan tanggapan public.

“kita hormati saja. Jadi saya tidak terlalu khawatir atas komentar yang muncul di medsos” sambungnya.

Anise memiliki  keyakinan bahwa public khususnya masyarakat DKI Jakarta termasuk masyarakat yang kritis. Dirinya menganggap masyarakat bisa menilai kritik yang di berikan kepada dirinya itu bermanfaat atau tidak.

Sleain itu Anies juga berpendapat bahwa public sudah bisa menyimpulkan siapa saja yang sebenarnya ingin menyelesaikan masalah, memperumit atau hanya butuh aktualisasi diri.

Menurutnya, dirinya saati ini ingin menyelesaikan masalah bukan justru membuat masalah makin rumit.

“tapi kalau kami ingin menyelesaikan maslaah. Langkah yang kita lakukan sistemik. Bukan accidential “ ujar Anies.

Tanggapan Santai Anies Baswedan Soal Lem Aibon

Anggaran Belum Final, Solusi Sedang Di Cari         

Gubernu DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku diirnya berencana hendak memodifikasi system yang selama ini digunakan untuk memasukkan data rencana anggaran. Dia ingin system tersebut nanti benar benar memiliki fungsi untuk memverifikasi.

Demgam fungsi tersebut, apanbila ada petugas memasukkan data yang tidak masuk akal, maka system akan otomatis menolak.