Month: February 2020

Jumlah korban meninggal akibat virus corona meningkat

Terus Bertambah. 11.000 Terinfeksi, Korban Meninggal Virus Corona di China Capai 259 Orang

Jumlah korban meninggal akibat virus corona di laporkan oleh pemerintah China telah mencapai 259 orang, dengan lebih dari 11.000 terinfeksi.

Komisi Kesehatan Nasional dalam keterangan resminya,  menyatakan bahwa terdapat 46 laporan kematian baru akibat terkena virus yang menyerang pernapasan manusia tersebut.

Dan menurut laporan tersebut sebagian besar korban meninggal berasal dari Hubei, provinsi yang menjadi asal penyebaran virus corona di China. Tepatnya Virus itu pertama kali terdeteksi di Pasar Seafood Huanan, tempat di mana hewan liar diperdagangkan.

Dilansir AFP Sabtu (1/2/2020), jumlah orang yang terinfeksi di Negeri “Panda” juga meningkat 2.102, membuat angka totalnya menembus 11.791.

Pejabat tinggi Partai Komunis China pun mengaku menyesal dan merasa bahwa otoritas lokal bertindak terlalu lamban dalam menangkal virus corona itu.

Adapun di luar China, virus tersebut sudah menjangkiti 21 negara dengan Badan Kesehatan Dunia (WHO) resmi mendeklarasikan status darurat.



Jumlah korban meninggal akibat virus corona meningkat

WHO Umumkan Status Darurat Dunia Untuk Wabah Virus Corona

Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) telah mengumumkan status darurat dunia atas wabah virus corona yang sudah membunuh 259 orang, dengan lebih dari 11.000 terinfeksi

Dalam konferensi pers, Sekretaris Jenderal Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan, kasus infeksi di luar China jadi pertimbangan dibalik pengumuman status tersebut.

“Alasan utama status darurat dunia ini diumumkan bukan karena apa yang terjadi di China. Namun, apa yang tengah berlangsung di dunia,” ujar Tedros.

Dia menerangkan bahwa virus China itu adalah “wabah tak terduga” yang harus ditangani juga secara “tak terduga” untuk membendungnya.

Dilansir BBC, Kamis (30/1/2020), perhatian utama WHO adalah virus tersebut bisa menular hingga ke negara dengan sistem kesehatan lemah.

“Biarkan saya menekankannya. Pengumuman ini bukanlah bentuk ketidakpercayaan terhadap China,” kata Tedros seraya memuji upaya Beijing menghentikan penyebarannya.

Pemerintah China sendiri dilaporkan telah melakukan berbagai langkah pencegahan untuk memerangi virus corona yang pertama kali tercatat pada Desember 2019 lalu.

Langkah pencegahan diantaranya adalah dengan menutup Pasar Seafood Huanan di Wuhan, tempat penjualan hewan liar yang disebut menjadi asal penyebaran virus China.

Selain itu, China juga  diketahui telahmembangun fasilitas medis secara cepat yang bisa digunakan pada pekan ini, dan bisa menampung hingga 1.000 pasien.

“Inilah waktunya untuk fakta, bukan ketakutan. Inilah waktunya bagi ilmu pengetahuan, bukan rumor. Saatnya tiba bagi solidaritas, bukan stigma,” tegasnya, dikutip dari Sky News.

Hingga kini, badan kesehatan internasional sudah mendeklarasikan lima kasus darurat, termasuk Ebola pada tahun 2014 dan 2019, serta virus Zika.

Sejumlah negara seperti AS, Perancis,Jepang termasuk Indonesia telah mengumumkan evakuasi terhadap warganya dari Wuhan, di mana kota itu kini ditutup demi menghindari infeksi lanjutan.