Year: 2021

Akhirnya, Black Box Sriwijaya SJ182 Ditemukan, Berikut Faktanya!

Akhirnya, Black Box Sriwijaya SJ182 Ditemukan, Berikut Faktanya!

Setelah melakukan pencarian berhari-hari selama 24 jam, akhirnya  kotak hitam atau black box Sriwijaya SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1) lalu, akhirnya ditemukan, Selasa (12/1). Benda yang paling dicari-cari untuk mengungkap penyebab kecelakaan pesawai itu berhasil ditemukan di Perairan Tanjung Kait sekitar pukul 16.15 WIB.

Kotak hitam pesawat nahas ditemukan oleh sea rider milik Dislambair Marinir TNI AL. Saat ini, balck box sedang dibawa ke posko terpadu evakuasi SJ-182 di JICT, Tanjung Priok Jakarta Utara.

Barang yang berisi rekaman suara ini akan dibawa ke dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta. Penemuan black box ini diharapkan bisa mengungkap misteri penyebab jatuhnya pesawat yang berdasarkan manifes mengangkut 62 orang kru dan penumpang.

Black box adalah istilah umum yang digunakan dalam industri penerbangan untuk merekam data selama pesawat diterbangkan. Walaupun disebut kotak hitam, nyatanya black box dibalut warna yang terang menyala atau cerah agar mudah teridentifikasi dalam operasi pencarian.

Untuk diketahui, black box terdiri dari dua kombinasi perangkat yaitu Cockpit Voice Recorder (CVR) dan Flight Data Recorder (FDR).

Dikutip dari Flight Radar 24, FDR berfungsi merekam beragam data tentang semua aspek pesawat saat terbang, sementara CVR merekam percakapan di dek penerbangan dan suara-suara seperti transmisi radio dan alarm otomatis. (rmol/zul)

Fakta Seputar Sriwijaya SJ182

Pernah digunakan maskapai AS

Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu sudah berusia 26 tahun.

Sebelum digunakan maskapai Sriwijaya Air, pesawat jenis Boeing 737-500 tersebut pernah digunakan maskapai Amerika Serikat.

Sriwijaya Air bernomor penerbangan SJ atau lengkapnya SJ-182 memiliki nomor registrasi PK-CLC.

Nomor produksi pesawat tersebut adalah 27323.

Pesawat ini berusia 26 tahun dengan konfigurasi kelas ekonomi 112 penumpang.

Uji terbang pertama kali dilakukan pada 13 Mei 1994 dan digunakan pertama oleh maskapai Amerika Serikat, Continental Airlines pada 1994 dan Unites Airlines pada 2010.