Berikut Fakta Kelanjutan Persidangan Korupsi E-Ktp

Kasus korupsi E-KTP masih berlanjut, walaupun Setya Novanto telah divonis 15 tahun penjara. Masih banyak lagi aktor di belakang layar yang belum terungkap. Masih ada tokoh lain yang menerima aliran dana korupsi ini. Seperti yang terjadi baru-baru ini ketika keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi menyebutkan penerima dana korupsi E-KTP dalan persidangannya. Lebihlengkapnya lagi, simak fakta kelanjutan persidangan korupsi E-KTP berikut.

Fakta Kelanjutan Persidangan Korupsi E-Ktp

  • Irvanto menyebut nama tokoh lain penerima aliran dana korupsi E-KTP

elanjutan persidangan korupsi E-KTP

Irvanto, keponakan Setya Novanto kembali bernyanyi di persidangan. Kali ini ia menyebutkan nama-nama orang yang menerima aliran dana korupsi E-KTP. Mereka adalah Chairuman Harahap yang menerima US$1 juta dengan rincian US$ 500 ribu dan kemudian US$1 juta, selanjutnya Melchias Marcus Mekeng, US$1 juta, Agun Gunandjar, US$1.5 juta, Jafar Hafsah US$100 ribu, dan Nur Ali Assegaf US$100 ribu.

Uang tersebut diberikannya kepada nama-nama di atas di hadapan Setya Novanto dan Andi Agustinus dengan perintah dari Andi. Ia menyebutkan kalau dia harus menyerahkan uang US$500 ribu terlebih dahulu kepada Chairuman Harahap. Kesaksian ini ia sampaikan di pengadilan Tipikor Jakarta Pusat pada hari senin tanggal 21 Mei 2018 kemarin.

  • Irvanto diimingi uang setelah menyerahkan uang tersebut

elanjutan persidangan korupsi E-KTP

Penyerahan uang ke nama-nama tersebut adalah perintah langsung Andi Agustinus. Uang tersebut merupakan hasil dari penukaran dengan Iwan Barala yang berjumlah US$3 juta. Irvanto memberikan uang itu dengan diimingi sejumlah uang dari Andi Agustinus.

  • Sebagai cara untuk daftar caleg

elanjutan persidangan korupsi E-KTP

Irvanto kemudian bersaksi kalau pemberian uang itu merupakan bagian dari modalnya untuk menjadi Caleg pada tahun 2014. Selain itu, dalam usaha menjadi Caleg tersebut, ia menyebutkan kalau ia dan pamannya, Setya Novanto, bertemu dengan Made Oka Masaung untuk menerima uang yang dijanjikan sebesar Rp100 juta, namun ia hanya menerima Rp30 juta.

  • Beberapa di antara nama-nama tersebut adalah politikus

elanjutan persidangan korupsi E-KTP

Dari nama-nama tersebut, ada tiga nama yang membuat publik terkejut. Yang pertama, Chairuman Harahap merupakan mantan Ketua Komisi II DPR. Yang ketiga adalah Agun Gunandjar yang merupakan mantan Ketua Pansus Hak Angket KPK. Lalu yang ketiga adalah Nurhayati ali Assegaf yang merupakan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat.

Nama-nama tersebut kembali membuktikan kalau oknum anggota DPR dan anggota partai Demokrat memang terlibat dalam kasus korupsi E-KTP tersebut.

  • Irvanto telah melapor ke KPK

elanjutan persidangan korupsi E-KTP

Dalam persidangan itu Irvanto juga menyebutkan kalau ia telah bekerja sama dengan KPK dengan cara melaporkan nama-nama tersebut beserta perincian uangnya. Ini berarti ia telah mengajukan justice collaborator.

  • Keterlibatan Anang Sugiana

elanjutan persidangan korupsi E-KTP

Direktur Utama PT Quadra Solution ini sebelumnya terlibat dalam kasus korupsi E-KTP. Kasus korupsi ini telah merugikan Negara sebesar Rp2.3 triliun. PT yang ditanganinya ini masuk ke dalam Konsorsium PNRI bersama PT Sucofindo, Perum PNRI, Sandipala Arthaputra dan PT LEN Industri. Perusahanya bertugas dalam pengadaan perangkat lunak dan keras, serta pengadaan jaringan komunikasi dan data.

Itulah beberapa fakta kelanjutan persidangan korupsi E-KTP yang diadakan pada tanggal 21 Mei 2018. Semoga semua pihak yang terlibat segera terungkap dan dihukum. Karena ini memang sangat merugikan negara, karena setiap dana yang mereka gunkan bukan untuk kepentingan masyarakat dan bahkan untuk infrastruktur pusat kebutuhan masjid ataupun berbagai macam hal lainnya yang tidak ada kaitannya dengan keperluan masyarakat. Mereka hanya mementingkan kepentingan pribadinya dan menggunakan uang tersebut secara royal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *