Duka Kebakaran Hutan Sumatera Dan Kalimantan

Duka Kebakaran Hutan Sumatera Dan Kalimantan

Duka Kebakaran Hutan Sumatera Dan Kalimantan
Duka Kebakaran Hutan Sumatera Dan Kalimantan

Indonesia adalah salah satu Negara yang memiliki jumlah lahan hijau yang terbilang cukup besar. Wilayah bagian Negara Indonesia yang dikenal dengan kawasan hijau nya adalah pulau Kalimantan dan juga sumatera.

Kedua pulau tersebut memiliki hutan yang masih asri hingga berates ratus hektar luas nya. Dengan kondisi hutan yang asri, banyak beraneka ragam hewan dan tumbuhan hayati yang melengkapi isinya.

Namun saying sekali, beberapa bulan terakhir Indonesia terutama pulau sumatera dan Kalimantan lagi lagi berduka karena mengalami kebakaran hutan yang cukup serius hingga menimbulkan banyak dampak negative.

Kebakaran hutan dapat terjadi selain karena factor musim panas yang berkepanjangan, namun juga bisa di sebabkan oleh faktor manusia yang tidak bertanggung jawab dengan sengaja membakar hutan untuk lahan perkebunan

Dampak Kebakaran Dan Kabut Asap

Kebakaran hutan yang terjadi di kawasan hutan dan lahan di Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan tentu memberikan dampak yang sangat luas bagi masyarakat dan beberapa pihak. Selain dampak langsung karena hilangnya lahan hijau yang berperan penting dalam menjaga lingkungan, kabut asap yang timbul juga turut menambah dampak negative dari bencana tersebut.

  1. Kabut asap ganggu aktivitas warga

Dampak yang dapat di lihat dan di rasakan langsung begitu terjadi kebakaran hutan dan lahan di sumatera dan Kalimantan adalah keadaan pemukiman warga yang di selimuti kabut asap. Bukan sekedar kabut putih yang biasa menyelimuti di pagi hari, kabut asap ini terus terusan menyelimuti kota dan mengganggu aktivitas warga.

Warga terpaksa harus mengenakan masker saat keluar rumah. Bahkan di dalam rumah pun terasa tidak nyaman karena kabut asap tersebut.

Aktivitas yang biasa di lakukan sehari hari seperti sekolah dan bekerja jadi terganggu. Banyak siswa tida sekolah karena tidak bisa konsentrasi belajar dengan kabut asap yang mengganggu saluran nafas dan pandangan itu.

Warga yang ingin menghirup udara segar dengan berolahraga atau jalan jalan di taman pun juga terpaksa harus menunda keinginannya hingga kondisi kembali normal.

  • Timbulkan penyakit pneumonia dan ISPA

Dengan kondisi kabut asap yang terus menerus menyelimuti tempat pemukiman warga, tentu nya akan memberikan dampak jangan pendek maupun janga panjang yang berbahaya.

Paru paru manusia membutuhkan udara yang bersih dan kaya oksigen untuk  di hirup. Namun apa yang terjadi jika udara yang di hirup justru mengandung asap akibat kebakaran hutan? Bukan oudara bersih yang kaya oksigen, namun paru paru justru di isi dengan racun yang pasti akan berdampak bagi organ pernafasan manusia dan organ organ lain.

Salah satunya dapat menyebabkan pneumonia dan Infeksi Saluran Pernafasan (ISPA)

  • Jarak pandang terbatas dan mengganggu Jadwal penerbangan

Kabut asap yang tebal sudah pasti membuat jarak pandang terganggu. Hal tersebut mengganggu semua aspek kehidupan masyarakat yang ingin beraktivitas. Namun yang paling di rugikan tentunya adalah perusahaan maskapai penerbangan.

Akibat kabut asap yang tebal, jadwal penerbangan benyak yang di batalkan karena memiliki resiko yang tinggi terjadi kecelakaan. Asap kabut menghalangi pandangan pilot sehingga tidak bisa mengoperasikan pesawat dengan aman .

Selain di batalkan ada pula jadwal penerbangan yang di tunda dan di sesuaikan dengan kondisi lapangan.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.