Rangkuman Berita Seputar UU Terorisme

Setelah terjadi pro dan kontra serta keterlambatan, RUU Terorisme akhirnya disahkan oleh Ketua Pansus RUU Terorisme. Dengan begini RUU tersebut telah berubah menjadi undang-undang. Ada beberapa berita seputar UU Terorisme ini yang menjadi perhatian.

Berita Seputar UU Terorisme

Mulai dari apa saja revisi yang dilakukan, tangapan para ahli dan tokoh politik, hingga keterlibatan TNI dalam memerangi terorisme. Untuk mengetahuinya lebih lengkap, mari simak rangkuman berita seputar UU Terorisme berikut ini.

  • Revisi definisi terorisme

berita seputar UU Terorisme

Di dalam Undang-undang Terorisme ada definisi terorisme yang baru. Definisi ini mengkategorikan tindakan terorisme sebagai tindakan yang menggunakan kekerasan dan menimbulkan suasana teror yang dapat menimbulkan korban massal dan kehancuran objek vital dengan tujuan politis, ideologis dan mengganggu keamanan.

  • Perlindungan korban

berita seputar UU Terorisme

Di dalam pasal baru ini ada disebutkan perlindungan terhadap korban teror mulai dari bantuan medis, rehabilitasi psikososial, psikologis, santunan serta restitusi dan kompensasi. Secara garis besar, UU ini nantinya memberikan hak para korban dengan komprehensif.

  • Keterlibatan TNI

berita seputar UU Terorisme

UU Terorisme juga berisi mengenai keterlibatan TNI dalam pemberantasan terorisme. Salah satunya adalah aturan pemimpin Koopssusgab atau Komando Perasi Khusus Gabungan. Aturannya berupa taktis dan teknis operasi serta yang akan mengendalikan Koopssusgab.

Lalu ada juga aturan perubahan status penanganan yang sebelumnya biasanya ditangani Kepolisian, kali ini ada aturan perpindahan penanganan ke TNI dengan indikator penentu. Koopssusgab yang berisi satuan khusus dari TNI akan berada di bawah komando panglima TNI dan akan turun ke lapangan jika Kepolisian kesulitan menanggulangi serangan terorisme.

  • Pendapat Gatot Nurmantyo

berita seputar UU Terorisme

Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo ikut bersuara tentang UU Terorisme ini. Ia berpendapat kalau UU ini nantinya akan menjadi senjata yang ampuh dalam memerangi tindak terorisme di Indonesia. Gatot sendiri masih menjabat sebagai Panglima TNI ketika UU ini masih berstatus RUU. Ia menyebutkan kalau sebenarnya TNI tidak ingin terlibat jauh dalam pemberantasan terorisme, namun TNI akan mengikuti hukum yang berlaku, yaitu UU Terorisme tersebut.

  • UU Terorisme akan membentengi sekolah dari paham radikal

berita seputar UU Terorisme

Seorang Akdemisi dan Cendekiawan, Azyumardi Azra berpendapat seharusnya UU Terorisme bisa melindungi murid sekolah dari paham radikal. Ia menyebutkan kalau UU tersebut baru menindak terorisme dengan pendekatan keras, seperti penahanan militan yang baru pulang dari wilayah konflik.

Sedangkan penyebaran paham radikal sudah merambah ke lembaga pendidikan seperti sekolah dan perguruan tinggi. Untuk itu dibutuhkan andil dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme dalam pencegahan penyebaran paham radikal di lembaga pendidikan. Ini bisa dilakukan dengan program kebangsaan.

  • Masa penahanan tersangka lebih lama

berita seputar UU Terorisme

UU Terorisme juga mengatur tentang masa penahanan terduga dan tersangka terorisme. Dalam UU tersebut, masa penahanan direvisi menjadi lebih lama. Namun itu sebenarnya sudah dupangkas dari usulan awal.

Sebelum direvisi, penahanan berlangsung dengan total selama 180 hari dan setelah direvisi menjadi 270 hari. Dalam pasal tersebut, diatur bahwa penyidik berwenang menahan tersangka terorisme selama 120 hari. Masa penahanan yang lama ini diperlukan agar aparat dapat mengumpulkan informasi dari para terduga dan tersangka.

Itulah berita seputar UU Terorisme yang baru saja disahkan. Semoga dengan adanya UU baru ini terorisme dapat diberantas di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *