Rapid Test Corona di Bekasi Digelar Secara Door to Door, Ada Kriteria Tertentu

Rapid Test Corona di Bekasi Digelar Secara Door to Door, Ada Kriteria Tertentu

Rapid Test Corona di Bekasi Digelar Secara Door to Door, Ada Kriteria Tertentu

Rapid test atau tes masif virus Corona (COVID-19) di Bekasi, Jawa Barat, mengalami perubahan skema. Jika pada rencana sebelumnya rapid test akan dilakukan di Stadion Patriot Candrabaga. Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan terkait antrian yang akan timbul untuk diperiksa. Namun ternyata rencana tersebut dibatalkan dan diganti dengan skema door to door

Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto memberikan keterangan terkait  skema door to door dalam rapid tes virus corona tersebut. Menurutnya kebijakan tersebut dilakukan demi menghindari munculnya kerumunan massa yang berisiko menularkan COVID-19.

“Ada beberapa skenario yang terus kita kembangkan untuk meminimalisir berkumpulnya massa,” kata Tri

Pemkot Bekasi telah menyiapkan tenaga kesehatan dari puskesmas dan RSUD Bekasi dalam pelaksanaan rapid test door to door ini. Tes massif ini rencananya tetap akan dilaksanakan seperti jadwal sebelumnya yaitu Rabu (25/3).

“Termasuk optimalisasi puskesmas dan RSUD,” imbuh Tri

Tri tidak menjelaskan secara detail mengenai skema door to door. Namun, menurutnya, skema door to door ini dinilai dapat meminimalkan berkumpulnya massa dibanding test yang dilakukan di stadion seperti rencana awal.

Rapid Test Corona di Bekasi Digelar Secara Door to Door, Ada Kriteria Tertentu

Kriteria Pasien Rapid Test Covid-19


Dikarenakan keterbatasan alat yang tersedia, maka rapid test ini dilakukan untuk orang-orang dengan kriteria sebagai berikut:

1. Orang dalam pemantauan (ODP) beserta 50 orang terdekat yang memiliki riwayat interaksi.⁣

2. Pasien dalam pemantauan (PDP) beserta 50 orang terdekat yang memiliki riwayat interaksi terakhir. ⁣

3. 50 orang terdekat pasien positif COVID-19 yang pernah berinteraksi.⁣

4. Semua tenaga medis yang menangani pasien COVID-19.⁣

5. Profesi-profesi yang sering berinteraksi dengan masyarakat, seperti pemuka agama, lurah, dan camat.

Apabila ada warga yang merasa atau mengetahui ada orang dengan kategori di atas dapat melaporkan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan rumah sakit rujukan terkait rapid test Corona

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.