Tanggapan Santai Anies Baswedan Soal Lem Aibon

Tanggapan Santai Anies Baswedan Soal Lem Aibon

Tanggapan Santai Anies Baswedan Soal Lem Aibon

Kritik terus-terusan banjir di lontarkan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pasca beredar nya anggaran viral soal Lem Aibon sebesar Rp 82 Miliar.

Selepas foto tersebut viral, nama Anies Baswedan langsung di kait-kaitkan dengan persoalan yang di nilai mencurigakan dan menimbulkan banyak pertanyaan dari banyak netizen.

Kritik tersebut banyak datang mulai dari anggota DPR, masyarakat, hingga politisi politisi dan anggota partai.

Kritikan paling senter di lontarkan oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kepada Anies.

Akan tetapi mantan menteri pendidikan dan budaya ini justru memberikan respon yang terbilang santai. Dirinya bahkan membiarkan public secara bebas memberikan penilaian kepada dirinya.

“Memang parpol, anggota DPR punya hak untuk bicara dan public bisa menilai. Apakah dia bicara menyelesaikan masalah, memperumit masalah atau hanya aktualisasi diri “ ujar Anies

Dirinya lebih memilih untuk menghargai tiap komentar yang di tujukan kepada dirinya serta merasa tidak perlu khawatir akan tanggapan public.

“kita hormati saja. Jadi saya tidak terlalu khawatir atas komentar yang muncul di medsos” sambungnya.

Anise memiliki  keyakinan bahwa public khususnya masyarakat DKI Jakarta termasuk masyarakat yang kritis. Dirinya menganggap masyarakat bisa menilai kritik yang di berikan kepada dirinya itu bermanfaat atau tidak.

Sleain itu Anies juga berpendapat bahwa public sudah bisa menyimpulkan siapa saja yang sebenarnya ingin menyelesaikan masalah, memperumit atau hanya butuh aktualisasi diri.

Menurutnya, dirinya saati ini ingin menyelesaikan masalah bukan justru membuat masalah makin rumit.

“tapi kalau kami ingin menyelesaikan maslaah. Langkah yang kita lakukan sistemik. Bukan accidential “ ujar Anies.

Tanggapan Santai Anies Baswedan Soal Lem Aibon

Anggaran Belum Final, Solusi Sedang Di Cari         

Gubernu DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku diirnya berencana hendak memodifikasi system yang selama ini digunakan untuk memasukkan data rencana anggaran. Dia ingin system tersebut nanti benar benar memiliki fungsi untuk memverifikasi.

Demgam fungsi tersebut, apanbila ada petugas memasukkan data yang tidak masuk akal, maka system akan otomatis menolak.

Selain itu tak lupa anises juga ingin memberikan sanksi kepada petugas yang melakukan kesalahan berulang kali. Meski dirinya paham betul apabila ada yang melakukan kesalahan, namun dirinya mengaku tidak bisa mentolerir kesalahan yang di lakukan berulang-ulang.

“Ini adalah bagian dari pembangunan pemerintahan yang professional tata kelola yang benar. Ini yang kita tumbuhkan di DKI “ Ujar Anies.

Ditanyakan soal jumlah rencana anggaran yang di nilai sangat ganjil, Anies sendiri menilai ada dua factor yang menjadi penyebab hal itu. Pertama adalah system yang di gunakan. Sedangkan factor yang kedua merupakan kesalahan dari manusia yakni petugas yang tidak tertib memasukkan data.

Menurut Anies, system yang ada saat ini mengharuskan petugas memasukkan data tetapi tidak mampun memverifikasinya. Dengan begitu, system tidak bisa menolak jika ada data yang tidak masuk akal.

Dirinya kemudian menjelaskan bahwa kejadian anggaran dengan nominal ganjil ini tidak hanya terjadi kali ini saja. Bahkan bertahun tahun sebelumnya sudah pernah terjadi.

Anggaran tersebut nanti akan di bahas DPR dan di revisi terlebih dahulu dan tidak serta merta di anggap final.

Oleh karena itu dirinya menyayangkan ada pihak yang memperdebatkan seolah data tersebut sudah final. “Jadi percakapan politis, dengan sudut pandang politis, maka jadi ada polarisasi perspektif. Aplikasi yang sigatnya netral jadi kehilangan objektivitas” ungkap Anies Baswedan

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.