Terapkan PSBB, Bekasi Larang Ojol Angkut Penumpang Seperti Jakarta

Terapkan PSBB, Bekasi Larang Ojol Angkut Penumpang Seperti Jakarta

Terapkan PSBB, Bekasi Larang Ojol Angkut Penumpang Seperti Jakarta

Menyusul Jakarta yang telah lebih dulu menerapkan kebijakan PSBB di Daerahnya, Bekasi pun mulai memberlakukan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pada Rabu (15/4).

Beberapa waktu lalu pasca pemberlakuan PSBB di Jakarta, muncul beberapa kendala salah satunya kebingunan dari ojek online terkait boleh atau tidak nya mengangkut penumpang. Berkaca dari hal tersebut, Wakil Wali Kota Bekasi Tri Ardhianto menyatakan ojek berbasis aplikasi atau online tidak boleh mengangkut penumpang dan hanya boleh mengangkut barang ketika pembatasan sosial berskala besar

“Hampir sama (penerapan) apa yang sudah dilakukan oleh DKI Jakarta, karena acuannya kita sama ke Kemenkes dan dan juga mengadopsi Pergub DKI,” ujar Tri

“Ojol masih beroperasi untuk mengangkut barang,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Rachmat Effendy juga telah menerbitkan Peraturan Wali Kota Bekasi nomor 22 tahun 2020 tentang Pemberlakuan Pelaksanaan PSBB Dalam Penanganan Wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Terdapat pula aturan tentang ojol yang tertuang dalam pasal 18 ayat (6).

“Angkutan roda dua berbasis aplikasi dibatasi pengunaannya hanya untuk pengangkutan barang,” bunyi Pasal 18 ayat (6).

Terapkan PSBB,  Bekasi Larang Ojol Angkut Penumpang Seperti Jakarta

Aturan Pemenkes No.9 Tahun 2020

Selanjutnya, pada Pasal 18 Ayat (7) poin a dijelaskan bahwa angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum, angkutan perkeretaapian, dan/atau transportasi barang wajib membatasi jumlah maksimal penumpang. Jika biasanya setiap angkutan umum bisa mengangkut 12 orang, maka kini hanya boleh 6 orang saja demi menjaga jarak.

“Membatasi jumlah orang maksimal 50% dari kapasitas angkutan,” bunyi aturan dalam ayat itu.

Aturan yang telah ditetapkan oleh Pemkot Bekasi tersebut sejalan dengan Permenkes No. 9 tahun 2020. Dijelaskan dalam Permenkes, ojol memang hanya boleh mengantar barang.

Sebelumnya mulai diberlakukan, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto telah menyetujui penerapan PSBB di Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Depok, Kota Bogor dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat. PSBB mulai berlaku Rabu (15/4) hingga 14 hari ke depan. Hal tersebtu berdasarkan atas pertimbangan dari data pikobar.jabarprov.go.id, dimana Kota Depok menjadi wilayah dengan kasus positif terbanyak di Jawa Barat. Hingga kini terdapat 101 kasus positif Virus Corona.

Kasus positif juga banyak terdapat di Kota Bandung (92), Kota Bogor (55) serta Kota Bekasi (39), Kabupaten Bogor (38), Kabupaten Bekasi (33), dan Kabupaten Bandung (17).

Dalam lingkup nasional, Jumlah positif kasus corona terus meningkat hingga  4.839 pada Rabu (15/04).  Sebanyak 459 orang di antaranya meninggal dunia dan 426 lainnya  dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.